Home
spacer.png, 0 kB
Selamat Untuk Papa Kusnandi Rusmil PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Adhi Rachdian   
Selasa, 06 Mei 2008

Kusnandi Rusmil
Kusnandi Rusmil
Puji dan syukur kami sekeluarga panjatkan kehadirat Allah SWT atas keberhasilan Papa/Datok Kusnandi Rusmil yang telah berhasil dalam ujian akhirnya  untuk mempertahankan desertasi doktornya dengan judul:

Manfaat Vaksin Polio 1 Oral (Monovalen) Terhadap Transmisi Virus Polio 1 Dalam Upaya Mengatasi Kejadian Luar Biasa Polio 1 Di Indonesia Tahun 2005: itinjau dari respon imun dan keamanannya

The Advantage of Monovalent Oral Polio Vaccine 1 To Polio Virus 1 Transmission In Combatting The Indonesia Outbreak 2005: A review of immune response and safety perspective

Pada tanggal 5 Mei 2008 pukul 09.00 di Ruang Sidang Program Pascasarjana Unpad dengan predikat Cum Laude.

 

Tidak lupa kami juga menghaturkan rasa terima kasih atas dukungan dari tim penguji serta keluarga besar, rekan, kerabat dan semua yang telah memberikan dukungan moril maupun doa yang sedemikian tulus serta ikhlasnya sehingga papa/datok kami dapat berhasil dengan sukses.

Di usia yang sudah tidak muda lagi ternyata beliau berhasil membuktikan kelimuannya secara sains dan menunjukkan bahwa belajar bukan merupakan halangan bagi semua usia.  

Semoga semangat Papa/Datok Kusnandi Rusmil dapat menular pada anak-cucunya dan keluarga pada khususnya dan juga orang lain pada umumnya dan juga hasil penelitian beliau yang baru pertama kali di Indonesia ini dapat bermanfaat bagi banyak orang.

Luv u pa... 

 

Dari kami yang berbahagia,

Mama Adjeng, Adhi, Vira, Vinna & Aqila 

Tim Penguji yang hadir:

  1. Prof. Drs. H.A. Djaja Saefullah, MA, Ph.D                    (Ketua Sidang)
  2. Prof. Dr. Hj. Kusdwiratri Setiono, Psi                            (Sekretaris Sidang)
  3. Prof. Dr. Johanes C. Mose, dr, Sp.OG(K)                     (Ketua Program Studi Doktor dan Oponen Ahli)
  4. Prof. Dr. H. Ponpon S. Indjradinata, dr, Sp.A(K)         (Ketua Promotor)
  5. Prof. Dr. Sri Rezeki S. Hadinegoro, dr. Sp.A(K)            (Anggota Promotor) 
  6. Prof. Dr. Cissy RS Prawira, dr, Sp.A(K), M.Sc              (Anggota Promotor)
  7. Prof. Suganda Tanuwidjaja, dr, Sp.A(K)                      (Oponen Ahli) 
  8. Jane Soepardi, dr, M.Sc, D.Sc                                      (Oponen Ahli)
  9. Dr. Hadyana SUkandar, Drs, M.Sc                                (Oponen Ahli) 
  10. Dr. Ida Parwati, dr, Sp.PK, PhD                                  (Oponen Ahli) 
  11. Dr. Julitasari Sundoro, dr, M.Sc                                  (Oponen Ahli) 
  12. Prof. Dr. Nanan Sekarwana, dr, Sp.A(K), M.ARS       (Gurubesar) 
  13. Prof. Dr. H. Sambas Wiradisurya, dr, Sp.A(K)            (Gurubesar) 

Aqila bersama dengan eyang, datok2 dan uwo-nya di Miyazaki
Aqila bersama dengan eyang, datok2 dan uwo-nya di Miyazaki
Om2 dan Tante2 Aqila di Miyazaki setelah Sidang
Om2 dan Tante2 Aqila di Miyazaki setelah Sidang
 

Berikut cuplikan dari harian umum Pikiran Rakyat Online :


BANDUNG, (PR).-
Vaksin polio tunggal (mOPV1) sebaiknya digunakan sebagai imunisasi tambahan untuk mengatasi secara cepat penyebaran/transmisi virus polio saat terjadi kejadian luar biasa (KLB), seperti terjadi di Indonesia tahun 2005. Vaksin tersebut dapat memutus mata rantai penularan virus polio dengan cepat. Sementara pada imunisasi rutin, tetap digunakan vaksin polio trivalen (tOPV).

"Vaksin polio tunggal selain menyebabkan kekebalan mukosa usus yang tinggi, juga merangsang peningkatan antibodi antipolio 1 lebih cepat dan tinggi di dalam darah dibandingkan dengan vaksin polio trivalen," ucap dr. Kusnandi Rusmil, Sp.A.(K), M.M., dalam disertasinya doktor Ilmu Kedokteran Unpad, Senin (5/5) di Ruang Sidang PPs Unpad, Jln. Dipati Ukur Bandung.

Vaksin polio tunggal, kata Kusnandi, pertama kali digunakan di Indonesia bersamaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) ke-5, November 2005 karena beberapa bulan sebelumnya terjadi KLB polio. Pemberian vaksin tersebut mengacu pengalaman negara Amerika, Yaman, dan India yang berhasil mengatasi KLB penyakit polio.

Daerah-daerah tempat terjadinya kasus penularan virus polio liar, diberikan vaksin polio tunggal, sedangkan daerah lain tanpa kasus virus polio liar tetap diberikan vaksin polio trivelen. "Penyebab wabah di Indonesia adalah virus polio 1, maka pemberian satu galur virus vaksin polio 1 saja akan lebih imunogenik dibandingkan dengan pemberian tiga galur virus vaksin," tuturnya.

Kondisi khusus

Kusnandi menambahkan, vaksin polio tunggal hanya digunakan pada kondisi khusus, yakni jika ada KLB penyakit polio atau saat PIN. Pasalnya, vaksin ini berfungsi memutus mata rantai penularan virus polio dengan cepat. Sementara untuk imunisasi rutin, tetap digunakan vaksin polio trivalen yang berfungsi meningkatkan kekebalan individu.

"Indonesia perlu mempersiapkan cadangan vaksin polio tunggal mengingat virus polio tipe 1 masih bertransmisi di beberapa negara. Di sisi lain, ada ancaman importasi virus polio ke negara-negara yang mempunyai risiko tinggi," katanya.

Kusnandi menjelaskan pula tentang komitmen global untuk melenyapkan penyakit polio di muka bumi yang telah mengalami revisi. Semula, diperkirakan dicapai tahun 2005 dan kini menjadi tahun 2009. Indonesia telah melaksanakan program eradikasi polio dengan program imunisasi polio secara intensif sejak 1980.

"Ternyata tahun 2005, tiga negara yang telah bebas polio selama beberapa tahun, mendadak mengalami KLB, dimulai dari Yaman, Sudan, dan kemudian Indonesia. Kasus pertama KLB di Indonesia ditemukan di Sukabumi, kemudian menyebar ke provinsi lain di Pulau Jawa dan Sumatra," ucapnya. (A-62)***
Penulis:

 

 


Add as favourites (413) | Quote this article on your site | Views: 3466

  Be first to comment this article
RSS comments

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow


AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

Terakhir diperbaharui ( Sabtu, 10 Mei 2008 )